KOMISARIS PT. SABION MULTI KARYA MEMBERIKAN GELAR PEMBINAAN PADA KOMITE SEKOLAH DALAM POSISINYA SEBAGAI DEWAN PENDIDIKAN KABUPATEN GARUT

GARUT, PT. SABION MULTI KARYA – Untuk mewujudkan sekolah bermutu melalui program-program yang akan dibuat, Dewan Pendidikan Kabupaten Garut menggelar sosialisasi tugas dan Fungsi Komite Sekolah dan Evaluasi PPDB tahun 2020.

Kegiatan dilaksanakan di Gedung PGRI Tarogong Kidul, Selasa, 4 Agustus 2020 yang dihadiri oleh Korwil dan Komite juga Forum Komite dari empat kecamatan yakni Kecamatan Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi dan Leuwigoong.

Perwakilan dari Dewan Pendidikan Dr. Agus Rahmat N, M.Pd dan Susilawati, S.Pd, M.Pd dalam rangka silaturahmi, sosialisasi proses Kegiatan Belajar Mengajar masa pandemi dan Tugas Fungsi Komite Sekolah.

“Untuk mencapai sekolah maju itu, komite dan pihak sekolah harus memahami tugas dan fungsi masing-masing berdasarkan aturan yang ada, yakni sesuai dengan Permendikbud Nomor 75/2016 Tentang Komite Sekolah,” ucap Susilawati, satu satunya perempuan dari 11 anggota dewan pendidikan kabupaten garut. Selain dari akademisi beliau juga dari unsur pengusaha

Dikatakannya, kepala sekolah harus sering berkomunikasi dengan anggota komite sekolahnya, sebab dengan adanya komunikasi yang tanpa batas dan tersekat-sekat maka aspirasi bagus untuk kemajuan sekolah bakal muncul.

“Apabila antara komite dan kepala sekolah berjalan dengan alur yang ada, maka sekolah yang bahagia itu akan mudah diwujudkan,” imbuhnya.

Dijelaskan Susilawati, berdasarkan Permendikbud Fungsi dari komite itu disekolah adalah sebagai lembaga yang meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan tugasnya dari Komite itu dikembangkan dalam empat bentuk.

Pertama, sebagai pemberi pertimbangan, yakni dalam menyusun rencana sekolah itu komite harus memberikan pertimbangan-pertimbangan. Kedua, sebagai pengawasan. Sebagai Komite Sekolah harus melakukan pengawasan tentang Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang sudah disepakati sesuai karidor atau tidak.

Ketiga, Komite adalah lembaga yang dibolehkan dalam melakukan pengalangan dana dalam bentuk sumbangan atau bantuan, tapi bukan pungutan. Keempat, komite membuat kreatifitas untuk memajukan sekolah tersebut.

“Inilah yang kami sosialisasikan, agar para komite sekolah itu persepsinya sama, dimana komite itu bukan hanya sekedar pembentukan cuma-cuma, tapi mempunyai tugas dan fungsi,” pungkasnya.

Selain itu Komite Sekolah harus bisa membedakan mana sumbangan, bantuan dan pungutan pendidikan sesuai dengan Permendikbud No. 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah mengatur batas batas penggalangan dana yang boleh dilakukan Komite Sekolah penggalangan dana tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan di sekolah dengan azas gotong royong. Dalam Permendikbud tersebut, Komite Sekolah diperbolehkan melakukan penggalangan dana berupa Sumbangan Pendidikan, Bantuan Pendidikan, dan bukan pungutan.

Diakhir penutupan pembicaraan nya Susilawati menyampaikan banyak terima kasih kepada Korwil Tarogong Kidul, Tarogong kaler, Banyuresmi dan Leuwigoong yang telah memfasilitasi nya sehingga acara ini berjalan lancar dan banyak masukan dari Komite Sekolah untuk jadi evaluasi kedepan mutu pendidikan lebih baik dan tercapai index pendidikan sesuai harapan Bupati Garut.

Editor : Alfi Yansyah